---

Stakeholders Expectations & Local/ Global Externalities

Dua faktor utama yang harus disadari menjadi penentu arah gerak sebuah perusahaan; apalagi di era turbulence dan globalisasi, kepekaan dan responsiveness terhadap kedua faktor tersebut bahkan menjadi salah satu dari business competitive advantage.

Vision/ Mission

Dua jargon yang muncul hampir di setiap pembicaraan tentang analisa perusahaan, yang kenyataannya sangat sulit untuk dirasakan tangibility-nya; dan beragam pula alasan (dan jargon) yang muncul dalam menjawab isu visi/ misi vs tangibility ini. Jawaban yang sering terucap, lepas dari benar atau tidaknya, adalah: tidak adanya buy-in, kurangnya ownership, lemahnya change management, ataupun tidak ada komitmen dari top management.

Di lain pihak, visi/ misi dalam hal ini tidak lebih dari upaya mengakomodasi faktor sebelumnya: stakeholders expectations dan local/ global externalities, menjadi rumusan yang lebih tepat guna untuk perusahaan, sesuai dengan karakteristik, keunikan dan competitive advantage-nya dalam konteks makro dan strategis, dan juga harus cukup dapat dicerna oleh jajaran manajemen perusahaan, sehingga mereka bisa meresponnya secara tepat guna pula.

Strategic Intent

Adalah upaya organisasi dalam menterjemahkan visi/ misi menjadi beragam intensi organisasi di masa mendatang pada tingkat strategis, ataupun dalam bentuk sasaran pada tingkat organisasi.

Strategic Response

Adalah upaya organisasi dalam merespon intensi strategis, yaitu inisiatif strategis yang akan dijalankan oleh organisasi sebagai jawaban atau tanggapan terhadap intensi di atas, yang dalam hal ini adalah beragam obyektif pada tingkat organisasi.

Organization Capability

Adalah semua kualitas dan kuantitas dari aset organisasi yang akan menentukan seberapa jauh organisasi tersebut mampu menjalankan beragam inisiatif yang sudah ditentukan dalam respon strategis. Kapabilitas organisasi terdiri dari tiga elemen berikut:

Business Process

Proses merupakan pemicu dan benang merah yang secara langsung mempengaruhi dan memberi ciri dari suatu organisasi. Proses adalah pengelola yang ideal, karena mampu menggambarkan alur transformasi dari suatu input menjadi output, mengidentifikasi kondisi yang memicu peran dan kegiatan tertentu dari setiap stakeholder, serta merumuskan pedoman dan prosedur yang diperlukan.

Proses juga memberi peluang untuk belajar dan berbagi pengetahuan serta ketrampilan guna peningkatan bisnis; serta menjadi benang merah yang menghubungkan setiap unsur pengetahuan dan kompetensi organisasi, prasyarat teknologi, serta kebijakan bisnis - dengan faktor pendorong bisnis.
Pendekatan berbasis proses terbukti sebagai alat yang paling tepat guna untuk mengkaitkan kapabilitas organisasi dengan intensi strategis dan kebutuhan stakeholder.

People & Organization

Sumber daya manusia yang kompeten serta media yang tepat guna untuk peningkatannya tidak diragukan lagi merupakan faktor yang sangat penting bagi organisasi, karena proses bisnis yang sempurna akan menjadi tidak berguna tanpa adanya pelaku proses yang kompeten.

Information & Technology

Pada saat ini, upaya penyelarasan dan integrasi di dalam dan antar organisasi menjadi sangat dimudahkan oleh adanya dukungan informasi dan teknologi yang tepat guna. Teknologi telah membuka peluang tanpa batas bagi organisasi dan individu untuk mengelola dan menyempurnakan produknya. Teknologi juga berperan sebagai alat bantu dan pemicu beragam kegiatan dalam lingkup bisnis.

Organization Performance

Adalah hasil dari utilisasi semua kapabilitas organisasi sesuai dengan intensi strategis. Hasilnya dapat berupa bentuk yang tangible dan intangible; baik dari perspektif finansial, pelanggan, proses, maupun pembelajaran dan pertumbuhan organisasi (financial, customer, internal process and learning & growth perspectives).