Business Process merupakan pemicu dan benang merah yang secara langsung mempengaruhi dan memberi ciri dari suatu organisasi. Proses adalah pengelola yang ideal, karena mampu menggambarkan alur transformasi dari suatu input menjadi output, mengidentifikasi kondisi yang memicu peran dan kegiatan tertentu dari setiap stakeholder, serta merumuskan pedoman dan prosedur yang diperlukan.

Proses juga memberi peluang untuk belajar dan berbagi pengetahuan serta ketrampilan guna peningkatan bisnis; serta menjadi benang merah yang menghubungkan setiap unsur pengetahuan dan kompetensi organisasi, prasyarat teknologi, serta kebijakan bisnis - dengan faktor pendorong bisnis. Pendekatan berbasis proses terbukti sebagai alat yang paling tepat guna untuk mengkaitkan kapabilitas organisasi dengan intensi strategis dan kebutuhan stakeholder.

Business Process Mapping & Detailization – akan membuat terpetakannya setiap langkah kerja, mulai dari input, output, prasyarat/kondisi, sampai para pelakunya; yang kemudian akan menjadi blue-book dalam bentuk explicit knowledge dari organisasi, menjadi acuan utama dalam setiap gerak langkah perubahan yang terjadi pada organisasi di area manapun, termasuk area people/organization dan information & communication technology (ICT) maupun untuk business process improvement /reengineering.

Tersedianya data dan informasi business process akan membuat upaya job description, job analysis, job evaluation, bahkan analisa dalam rangka pendefinisian kompetensi organisasi, baik yang soft competence maupun yang technical competence, menjadi jauh lebih mudah dan lebih terukur. Ketersediaan business process juga membuat upaya membuat, mengembangkan ataupun melakukan improvement terhadap business application software menjadi tidak rumit, karena mulai dari user requirement, program specification, application blueprint, sampai dengan application prototyping; akan selalu dapat di check-and-recheck keabsahan dan ketepat gunaannya melalui business process yang ada.

Sedangkan inisiatif process based KPI (Key Performance Indicators) akan menjadi dasar dari organization performance management system mulai dari KPI Individual, KPI Departemen, KPI Divisi, sampai dengan KPI Organisasi; yang dalam pemanfaatan selanjutnya akan menjadi dasar utama dari pengembangan implementasi sistim Balanced Scorecard (BSC) di organisasi.